Monday, October 17, 2016

Badan Nasional Penanggulangan Bencana



Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meralat jumlah korban tewas akibat ambruknya Jembatan Kuning, Klungkung, Bali. BNPB memastikan jumlah korban tewas 8 orang.
"Sehubungan adanya perbedaan jumlah korban meninggal dunia akibat jembatan Lembongan runtuh maka data sementara adalah 8 orang meninggal. Ada beberapa versi laporan jumlah korban meninggal yaitu 8 dan 9 dari BPBD, Kantor SAR, Puskesmas dan lain-lain. Untuk itu data yang benar adalah 8 orang meninggal dunia," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/10/2016).
Sedangkan 30 orang lainnya mengalami luka. Sebanyak 22 orang luka ringan dan 2 orang luka berat. "Semua dirawat di puskesmas," ujar Sutopo.
Jembatan Kuning Bali Ambruk, Minggu (16/10/2016). Dok. BNPBFoto: Dok. BNPB
Jembatan Kuning Bali Ambruk, Minggu (16/10/2016). Dok. BNPB
Sebelumnya BNPB merilis ada 9 korban jiwa akibat ambruknya jembatan yang dijuluki jembatan cinta ambruk pada sekitar pukul 18.30 WITa. BPBD Klungkung secara terpisah juga sebelumnya menyebut korban tewas 9 orang.
(Baca juga: Ini Daftar Korban Tewas Akibat Jembatan Kuning Bali Ambruk)
Jembatan kuning penghubung Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan ambruk saat banyak warga yang melintas. Pada hari ini memang digelar upacara keagamaan Hari Nyepi Segara di Pura Bakung Ceningan.
Warga banyak melintas di jembatan karena aktivitas di laut dihentikan. Sebelum runtuh, jembatan bergoyang-goyang hingga akhirnya banyak orang terjatuh ke dalam laut yang sedang surut.
"Diduga karena kelebihan beban karena banyaknya masyarakat di atas jembatan sehingga seling jembatan putus dan jatuh ke laut. Selain itu beberapa kali juga pernah rusak dan sudah mendapat perbaikan," sebut Sutopo.
Pencarian korban dihentikan pada pukul 21.00 WITa karena kondisi gelap. Selain itu tidak ada laporan dari masyarakat setempat mengenai anggota keluarganya hilang. "Namun demikian evakuasi akan dilanjutkan besok pagi," imbuh Sutopo.
Berikut identitas korban meninggal dunia:
1. I Wayan Sutamat (49) asal Jungut Batu.
2. Putu Ardiana (45) Lembongan.
3. Ni Wayan Merni (55) warga Jungut Batu.
4. I Putu Surya (3) warga Jungut Batu
5. I Gede Senan (40)warga Kutampi
6. Ni Wayan Sumarti (56) warga Dusun Klatak
7. Ni Putu Krisna Dewi, (9)
8. Ni Kadek Mustina (6). 
(wsn/fdn)

Andy Murray tampil sebagai juara




Shanghai - Andy Murray tampil sebagai juara turnamen Shanghai Masters. Titel juara di Shanghai membuat Murray mendekati Novak Djokovic di puncak daftar peringkat dunia.
Murray menjadi juara setelah mengalahkan petenis Spanyol, Roberto Bautista Agut, pada pertandingan final di Qizhong Forest Sports City Arena, Shanghai, China, Minggu (16/10/2016). Unggulan kedua asal Britania Raya itu menang dua set langsung 7-6(1) dan 6-1 dalam waktu 1 jam 36 menit.
Bagi Murray, hasil ini memperpanjang rentetan kemenangannya menjadi 10 kemenangan. Dia juga menjadi juara China Terbuka di Beijing pada pekan lalu.
Murray sudah mengoleksi enam titel pada tahun ini atau 41 titel dalam kariernya. Khusus di Shanghai Masters, ini adalah gelar ketiga Murray setelah sebelumnya jadi juara di turnamen yang sama pada tahun 2010 dan 2011.
"Dalam beberapa bulan terakhir, saya memenangi banyak pertandingan dan membuat kemajuan," ujar Murray kepada Sky Sports.
"Saya bergerak maju dengan lebih baik dan mengubah arah bola dengan lebih baik. Saya juga membuat beberapa servis-servis yang lebih kencang ketika saya membutuhkannya," lanjut petenis berusia 29 tahun itu.
Murray, yang sekarang menempati peringkat dua dunia, cuma terpaut 915 poin di belakang Djokovic dalam daftar peringkat dunia. Dia pun masih punya peluang untuk menutup tahun sebagai petenis nomor satu dunia.
"Target saya bukan mengakhiri tahun sebagai nomor satu dunia, tapi pada awal tahun depan ada peluang -- 900 poin tidak terlihat terlalu banyak. Tapi, Novak akan memenangi banyak pertandingan. Dia adalah pemain terbaik di dunia," kata Murray.

(mfi/nds)